Catatan terbaru:
-

MEMAHAMI “AMIR PALSU” SEBAGAI PEMBANGKANG (BUHGOT) DAN EKSPLOITASI DALIL AGAMA DEMI KEPENTINGAN BISNIS DINAR DIRHAM
Mengenai praktik keamiran yang tidak sah, pembangkangan (bughat), pemecahan jamaah, serta penggunaan dalil-dalil agama untuk menopang kepentingan bisnis dinar dan dirham. Pembahasan mencakup persoalan legitimasi kepemimpinan, pencopotan jabatan, monopoli pencetakan koin, hubungan antara otoritas agama dan perdagangan, serta kritik terhadap penggunaan ajaran syariat sebagai dasar pemasaran komoditas.
-

Menjaga Kemurnian Amanah dan Tatanan Imarah: Menegakkan Batas Antara Dakwah, Sejarah, dan Komodifikasi Muamalat
Perjalanan sebuah komunitas dakwah dan gerakan Islam selalu diuji oleh dinamika kepemimpinan, kepatuhan struktural, serta konsistensi dalam memegang metodologi awal. Ketika tatanan kepemimpinan (amr imarah) berbenturan dengan kepentingan personal atau aktivitas niaga, kejelasan batas (demarkasi) menjadi kebutuhan mutlak agar umat tidak terjebak dalam kerancuan doktrinal dan kultus figur. Klarifikasi ini disusun sebagai ikhtiar ilmiah, historis,…
-

MAKLUMAT
TENTANG PERBUATAN ZAIM SAIDI DALAM POSTINGAN BISNISNYA YAKNI DINAR DIRHAM YANG MENGHUBUNGKAN DENGAN SYEKH ABDALQADIR AS SUFI Assallamuallaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh Bersama ini kami beritahukan kepada seluruh umat Islam dimanapun berada tentang adanya postingan dalam akun Facebook Zaim Saidi yang menguplod gambar guru kami Syekh Abdalqadir as sufi yang dihubungkan dengan bisnis pribadinya dinar dirham, yaitu:…
-

Paradoks Ujian Hidup: Dari Rasa Cukup, Kebencian “Tukang Kredit”, hingga Beban Menjadi Kaya
Hidup menghadirkan spektrum ujian yang tak pernah lebih ringan satu sama lain, baik dalam keterbatasan maupun kelimpahan. Di tengah gempuran konsumerisme dan ilusi bahwa kekayaan adalah kunci kedamaian, rasa syukur hadir sebagai pemutus rantai ketidakpuasan. Artikel ini mengupas paradoks ujian hidup, ketakutan industri utang terhadap rasa cukup, hingga beban moral menjadi kaya di tengah masyarakat…
-

Pentalogi Pendidikan Masa Depan
Lima buku yang membentuk satu arsitektur pemikiran tentang AI, pendidikan masa depan, ekonomi real-time, tanggung jawab manusia, dan penghambaan di tengah runtuhnya struktur dunia lama.
-

Runtuhnya Struktur Lama
Runtuhnya Struktur Lama adalah analisa tentang bagaimana dunia administratif-industrial perlahan kehilangan fondasi ekonominya akibat otomatisasi, AI, platform digital, dan sistem real-time. Buku ini membahas perubahan besar pada perbankan, pendidikan, dan dunia kerja ketika uang berubah menjadi data dan aktivitas manusia berpindah ke jaringan digital.
-

Mengapa Rasa Bersalah Tidak Mengubah Manusia
Mengapa banyak manusia terus mengulang kesalahan meskipun sudah merasa bersalah? Buku ini membahas bagaimana rasa bersalah sering berubah menjadi tekanan batin yang melemahkan, bukan perbaikan hidup. Melalui pembahasan yang sederhana dan mendalam, buku ini mengajak pembaca memahami jalan kembali kepada Allah, memperbaiki tindakan, dan menjaga harapan dalam menjalani kehidupan.
-

Karunia, Syukur, dan Jalan Penghambaan
Karunia, Syukur, dan Jalan Penghambaan mengajak pembaca memahami bahwa seluruh kehidupan manusia berada di dalam pemberian Allah subhanahuwata’ala. Amal bukan alat membeli rahmat, melainkan bentuk syukur atas nikmat yang telah Allah berikan sejak awal kehidupan manusia.
-

Ketika Informasi Tidak Lagi Menjelaskan Dunia
Ketika Informasi Tidak Lagi Menjelaskan Dunia membahas bagaimana media digital, algoritma, dan perebutan narasi membentuk persepsi publik lebih cepat daripada pemahaman realitas itu sendiri.
