Catatan terbaru:
-

Berbicara Atas Nama Allah: Antara Amanah dan Dusta
Berbicara atas nama Allah bukan perkara ringan. Hanya yang memiliki dasar dari wahyu boleh menyandarkan ucapannya kepada-Nya. Di luar itu, adalah kedustaan yang diselubungi oleh nama suci Allah.
-

Pelajaran dari Sejarah Jepang
Artikel ini mengeksplorasi sejarah Jepang, dari Unit 731 hingga perkembangan ekonomi pasca-perang, sebagai contoh bagaimana kapitalisme modern dan penggunaan fiat sebagai uang memengaruhi kekuasaan, kehidupan, dan potensi kehancuran bangsa.
-

Republik Kesatuan atau Negara Perbankan? Menimbang Esensi Kekuasaan di Balik Nama
Republik bukan jaminan kekuasaan di tangan rakyat. Di balik sistem negara kesatuan, tersembunyi aliansi kuat antara pemerintahan dan perbankan. Artikel ini mengajak kita menggugat ulang: siapa sebenarnya pemilik negara?
-

Yang Datang Padamu Adalah Cermin Dirimu
Artikel reflektif tentang bagaimana tanggung jawab pribadi membentuk relasi yang kita bangun. Karena dalam cinta yang dewasa, yang datang padamu adalah cerminan dari siapa dirimu.
-

Kerakusan dan Ketakutan: Menelanjangi Krisis Moral di Balik Sistem Ekonomi Global
Kerakusan manusia tak hanya lahir dari sifat alami, melainkan dari ketakutan yang menggerogoti jiwa kolektif akibat ketidakpastian masa depan. Artikel ini mengupas bagaimana psikosis massal mendorong perilaku rakus, bahkan pada mereka yang sudah kaya raya, serta pentingnya keimanan dan prinsip “laa haula wa laa quwwata illa billah” sebagai penyeimbang untuk menciptakan kehidupan yang cukup dan…
-

Uangmu Menyusut Diam-Diam: Ketidakadilan Sistem Fractional Reserve Banking
Fractional reserve banking membuat nilai uang masyarakat turun tanpa disadari. Artikel ini mengulas ketidakadilan sistemik dalam perbankan modern dan menawarkan solusi radikal: nasionalisasi seluruh bank di Indonesia untuk keadilan dan kedaulatan finansial.
-

Memahami Pentingnya Konsistensi Mazhab: Antara Hukum Islam dan Sistem Modern
Dalam hukum, fleksibilitas tanpa disiplin melahirkan kekacauan. Artikel ini mengulas pentingnya konsistensi mazhab dan bahaya mencampuradukkan hukum seenaknya.
-

Kritik, Apresiasi, dan Kepentingan: Saat Demokrasi Menjadi Arena Transaksi Opini
Apakah kritik politik masih murni sebagai koreksi kebijakan, atau telah menjadi instrumen perebutan modal simbolik dan kekuasaan? Artikel ini membedah dinamika kritik dan apresiasi dalam kerangka teori Bourdieu dan praktik demokrasi Indonesia.
-

Talfiq Merusak Hukum: Dari Mazhab Fikih hingga Sistem Modern
Konsistensi adalah prinsip dasar setiap sistem hukum, baik dalam fikih Islam maupun sistem hukum modern. Mencampuradukkan mazhab tanpa metodologi yang jelas—dikenal sebagai talfiq—bukan bentuk keluwesan, tapi pelemahan hukum. Artikel ini mengulas pentingnya berpegang pada satu mazhab dengan contoh dari tradisi klasik hingga praktik hukum kontemporer.
-

AI dan Ketakutan Manusia: Masalahnya Bukan pada Teknologinya, Tapi pada Nafsu Kita Sendiri
Ketakutan publik terhadap kecerdasan buatan (AI) sering berlebihan dan melupakan satu hal penting: masalah utama bukan pada AI, melainkan pada moral dan spiritualitas manusia. Islam memandang AI sebagai alat yang netral, yang bisa membawa manfaat besar jika dikendalikan oleh hati yang bersih dan akal yang jernih. Maka bukan AI yang harus ditakuti, melainkan manusia yang…